Ads 720 x 90

Sinamot Jadi Penghalang Pernikahan Dalam Budaya Batak?

mohon maaf sebelumnya, sebelum membahas apakah sinamot pernah menjadi menjadi penghalang atau tidak, ada baik nya kita pahami dulu apa itu sinamot.?
https://www.gobings.com/2020/04/sinamot-menjadi-penghalang-pernikahan-dalam-kebudayaan-batak.html
gambar:ilustrasi

warning.!!! tulisan ini di buat bukan tanpa sebab. ini adalah pertanyaan seseorang di QUORA yg menarik untuk kita ulas di sini.


Sinamot adalah biaya yang diberikan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan yang hendak menikah dalam bahasa batak sering disebut Tuhor Ni Boru. Kalau bahasa Indonesianya bisa dibilang Mahar. sampai disini kita harus sepakat dulu makna dari sinamot tersebut.!!

terus, bagaimana proses sinamot tersebut di bicarakan secara adat.? nah disinilah yang sering disebut marhata sinamot. Marhata sinamot adalah peristiwa adat untuk merundingkan sinamot (mas kawin).

marhata sinamot merupakan tahap penentuan dalam pernikahan. Di sinilah pihak pangoli (pihak laki-laki) dan oroan (pihak perempuan) Menjalin kesepakatan tentang tata cara pernikahan yang Akan di laksanakan serta wujud hak dan kewajiban masing-masing. Oleh karena simpul-simpul kesepakatan telah dirumuskan ketika patua hata/marhusip, maka proses marhata sinamot akan berjalan mulus. Seusai marhata sinamot, pihak pangoli akan memberi parsituak na tonggi kepada semua anggota rombongan pihak oroan. nah, jika hal ini sudah sepakat, Maka pesta pernikahan akan di lakukan secara ADAT. atau biasa di sebut ULAON NA GOK.

Pertanya'an nya, jika kedua belah pihak (Keluarga) tidak sepakat apakah tidak jadi menikah.?

jawaban yang bisa saya berikan adalah TERGANTUNG. Sebab setau saya, yang menentukan harga sinamot itu bukan cuma orang tua si mempelai perempuan. tapi terdapat juga faktor keluarga. Baik itu Tulang, bapa uda dsb. Apabila sinamot tidak sepakat mereka masih tetap bisa kok menikah. dengan catatan, tidak dengan prosesi adat batak yg penuh (dlm bahasa bataknya, TARPASU-PASU). Tarpasu pasu adalah proses pernikahan yg dilakukan oleh gereja (menurut agama yg di anut), sah secara agama dan di akui oleh pemerintah tetapi Belum secara adat. 

Nah, jika sudah menikah (tarpasu-pasu) dalam pesta (ulaon) adat batak apakah keberadaan mereka diakui.? ya. mereka tetap diakui. tetapi masih mengikuti odoran orang tua pihak laki-laki. nah, setelah menikah, apakah mereka masih bisa mangadati (membayar sinamot).? ya bisa. banyak kok yang seperti itu. intinya, adat Batak memang Mahal. tetapi adat batak juga yang menurut saya yang paling flexibel. karena dalam adat batak ada istilah yg mengatakan "DOS NI ROHA DO SIBAEN NA SAUT". nggak tau artinya.? CARI SENDIRI.

Apabila ada kejadian sinamot menjadi penghalang pernikahan, itu ibarat mencoreng nama baik kedua belah pihak. tidak cuma sepihak yg malu. tapi KEDUA BELAH PIHAK.
titik nasa gareja.
cikibum-bum
bukan siapa siapa. seorang pemimpi kelas KAKAP

Related Posts

Post a comment

Subscribe Our Newsletter